Pertama kami
bertemu saat aku baru saja selesai bermain bola di halaman sebelah rumah. Dia dating
bersama ayahnya, semakin dia mendekat aku melihatnya dengan penuh rasa tanya,
sepertinya aku pernah bertemu dirinya, tapi dimana…. Aku mulai mencari tahu
siapakah gadis itu.
Menjelang beberapa
hari aku mengetahuinya, ternyata dia adalah adik kelasku saat aku masih duduk
di kelas 6 SD sekaligus pacar sahabatku pada saat itu. Entah mengapa rasa itu
hadir dalam benakku terhadapnya, tapi aku sadar dia sudah menjadi milik sahabatku.
Beberapa bulan
kemudian aku dan teman-teman pun menyelesaikan studi kami di SMA menuju tingkat
lanjut di Universitas. Entah apakah ini, pada saat itu aku sedang berbaring
istirahat di dalam kamar, dan disampingku ada temanku yang sedang menerima
telpon dari seseorang. Tidak sengaja aku pun mendengarkan pembicaraan mereka. Tak
terasa asing saat ku mendengarkan suara orang yang sedang berbicara dengan temanku
itu, ya tepat sekali dia adalah gadis tersebut. Marsha, nama inisial dalam
cerita ini.
Aku pun meminta
temanku agar aku bias berbicara dengan marsha, dan dia pun memberikannya padaku
untuk berbicara sejenak dengannya. Dalam perbincangan kami berdua aku hanya
menanyakan kabarnya saja.
Beberapa bulan
kemudian aku mencoba untuk memberikan pendekatan khusus setelah aku tahu kalau
dia sudah tidak bersama lagi dengan sahabatku. Dan pada saat itu aku pun
mengungkapkan perasaanku padanya meskipun dia tidak menjawab pertanyaanku itu,
tapi dia hanya memberikan sebuah harapan kepada ku dengan memberikan sebuah
ujian yakni, “kalau kamu memiliki perasaan itu terhadap ku, apakah kamu bias menunggu
aku sampai kapan aku memberikan jawaban atas pertanyaanmu….????” Tanpa merasa
ragu-ragu aku pun mengiyakan ujian tersebut.
Satu tahun pun
berlalu, dan satu tahun pula kami berdua tidak ada komunikasi satu sama lain. Pada
saat itu aku sedang liburan di kampung. Mungkin karena lamanya ujian yang dia
berikan padaku aku hamper saja lupa bahwa aku pernah membuat perjanjian dengan
gadis yang selama ini aku ingin miliki.
Di saat aku
sedang duduk di warung depan rumahku bersama teman-temanku, tiba-tiba saja dia
mengirim sms kepadaku dan menanyakan kabarku. Aku pun terkejut saat membaca
smsnya. Setelah beberapa saat kami smsan diapun bertanya padaku “Dhy, apakah
pertanyaan yang kali lalu kamu berikan padaku masih berlaku sampai sekarang…???”
dengan percaya diri bahwa harapanku untuk memilikinya tidak sia-sia, aku pun
menjawab “Iya, selama kamu belum memberikan jawaban atas pertanyaanku,
pertanyaan itu masih berlaku sampai sekarang…”.
Kemudian beberapa
saat kemudian dia pun mengirim sms balasan yang isinya dia menerima cintaku. Aku
pun merasa senang karena penantianku selama 1 tahun ini tidak sia-sia.
8 bulan pun
kami menjalani hubungan ini. Dalam selang waktu 8 bulan itu banyak sekali
gejolak dalam hubungan kami berdua. Tapi itu hal biasa yang dialami oleh pasangan anak muda.
Dan ini lah
akhir kisah cinta kami berdua……
Pada saat itu
kami sudah jalani hubungan ini sekitar 1 tahun lebih. Aku dengar dia ingin
jalan-jalan ke ibu kota propinsi untuk membeli buku. Sebenarnya aku tidak mau
dia pergi kesana. Karena aku tahu aku takut kalau dia kesana dia akan bertemu
dengan mantan kekasihnya yang mungkin dalam perasaanku dia masih memiliki rasa sayang
terhadapnya yang nota benenya adalah sahabatku tadi. Tetapi karena atas dasar
kepercayaanku padanya dan aku ingin melihat dia bahagia akan kebebasannya, aku
pun mengikhlaskannya untuk pergi kesana.
Setelah 2 hari
dia di sana aku merasa aneh, kaya ada yang berbeda. Dan kecurigaanku itu benar
tapi saat aku bertanya pada dirinya dia masih saja memberikan alas an-alasan
untuk menutupi fakta yang ada. Aku pun dengan sabar menerima alas an tersebut.
Tapi hal itu
membuat diriku menjadi sakit, dan aku mulai mengambil keputusan untuk
mengakhiri hubungan ini. Dan aku pun berharap padanya agar merubah semua
kebiasaan-kebiasaan tersebut untuk orang yang mencintaimu dengan tulus……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar