Selasa, 05 Februari 2013


BABAK KEDUA
Horizontal Scroll: DUA INSAN TERIKAT JANJI……MENUMPANG DISATU BIDUK…..BERLAYAR DITENGAH LAUT…..INGIN RASANYA BIDUK ITU BERLAYAR PAI KETEPI PANTAI……TAPI SAYANG BIDUK YANG TUMPANGI ITU TERHEMPAS OMBAK….. PERLAHAN….BIDUK ITU…..ADEGAN PERTAMA





LAYAR DI BUKA






(Andika dan Indi bertemu ditaman, keduanya saling bercinta)
Andika........... Dik…..apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan rasanya tidak seperti dulu…..biasanya kamu periang….ceriah…..tapi hari ini kamu berbeda dengan hari kemarin…. Bicaralah dik….apa yang bias saya bantu…….akan kubuntu…..apa ada masalah dik….!!!!
Indi................ ( menangis terus tidak bias bicara )
Andika........... ( memegang tanganya Andi) Andi……kalau kamu menangis terus……. Apa yang harus aku lakukan ndi….. Bicaralah dik….. aku siap mendengarkan walau sepahit apapun…..bicaralah dik…..
Indi................ (sambil menangis memegang erat tangan Andika)
Dika…….kemarin saya mendapat surat dari papa…..surat itu rupanya memaksa aku harus menikah dengan laki-laki bangsawan yang kaya raya……..yang bernama randi….
Lebih menyakitkan lagi papa sudah menerima lamarannya randi……dan menikah setelah pulang dari Makassar……apa tidak gila aku Dika……
Andika........... ( menangis dan lemas) sambil berkata ndi……mungkin aku miskin….bapak aku seorang nelayan Ibu aku penjual kue…..? tapi aku sangat mencintaimu……
Indi................ Ssst…….jangan katakana itu Kak…..papa dan mama belum mengetahui hubungan kita berdua……gimana besok aku menelpon papa dan mama dan membatalkan pernikahan…Dika
Dika saya tidak akan menikah dengan laki-laki itu Dika….kecuali kamu Dika…..apapun terjadi, saya akan menikah dengan mu Kak…..
Andika........... Begini jalan keluarnya dik…..bicaralah sama ibumu……mungkin seorang ibu lebih paham akan keinginan anaknya dibandingkan Ayah….setelah itu ibu yang bicara dengan pap kamu…..
Indi................ Baiklah kak…..saya akan berterus terang kepada ibu tentang hubungan kita berdua
Andika........... Dik apa kamu akan mempertahankan aku…..dik tataplah aku…..apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu……aku sangat tulus mencintaimu walaupun yang aku dapat adalah hinaan dan cercaan dari papamu dik.
Indi…..ingat aku…..
Indi................ (menangis…….memegang erat tangan Andika) Dika……( menangis terus )
Andika........... dik…..kuatkan hatimu…..bicara dengan ibumu…..kalaupun itu tidak bisa….. kita berdua akan menghadap ke papa……aku yang bicara….
Ndi…..aku sudah siap karena aku mencintaimu
NB................. :( cari lagu yang cocok dengan suasana diatas dibuka pelan-pelan )


LAYAR D TUTUP



BABAK KEDUA
Horizontal Scroll: HARTA…..PANGKAT…..DAN KETURUNAN ADALAH SUATU UKURAN BAGI SETIAP KETURUNAN BANGSAWAN……MEREKA DININIH BOBOHKAN OLEH PESONA DUNIA……TANPA DIUKUR OLEH BENCANA YANG DISEBUT TAQWA…….TANPA MENYADARI BAHWA KEMULIAAN ITU TERGANTUNG KEPADA ADAB BUKAN PADA KETURUNANADEGAN KEDUA






LAYAR DI BUKA

  





( Suasana rumah mewah telah hadir papa dan ibunya Indi, paman dan bibinya Indi, dan Kakeknya Indi)
Papa Indi........ : sengaja saya hadirkan pada malam ini…..untuk membicarakan jadwal pernikahan Indi dan Randi….dari keluarga Randi mendesak agar pernikahan ini segera dilaksanakan karena Randi akan berangkat keluar negeri……
Ibu Indi.......... : Gimana dengan kuliahnya Indi pak…..kalau mama….kita Tanya dulu tanggapan Indi…..jangan dulu menentukan hari “H”nya.
Paman Indi..... : Begini kak…..pendapat dan pengetahuan saya” diperguruan tinggi tidak ada aturan yang terikat dengan perkawinan. Nikahkan mereka, setelah itu Indi kembali melanjutkan kuliahnya dan Randi ke Amerika bertugas…… kan selesai tugas kita.
Bibi Indi......... : ( Langsung memotong ) jangan mengambil tindakan sendiri tanpa sepengetahuan Indi……yang menjalani rumah tangga inikah indi…….bukan kita semua……sebaiknya kita bicarakan dulu dengan Indi….
Kakek............. : saya memegang kasta kebangsawanan kita. Untuk apa bertanya kepada Indi…..dia siap menikah……tentukan jadwal pernikahannya….. ( tiba-tiba mereka dapat telpon dari Indi )
Ibu Indi.......... : ( bunyi telpon ditangannya dari Indi )…… Assalam…..Hallo nak…..apa kabar Indi….sehat-sehat ya……disini ada papa, paman, bibi, dan kakek…..
Indi................ : kenapa ada paman dan bibi…..ada apa ibu ?
Ibu Indi.......... : begini nak !!! kami semua sudah siap menentukan jadwal pernikahanmu…..karena didesak oleh calon suamimu….. dia telah dipanggil bertugas di Amerika…..hingga kami sepakat menentukan jadwal nak !!!
Indi................ : ( menangis )…..ibu…. yang menjalani rumah tangga dikemudian hari adalah aku bu…… Baik,…buruknya rumah tangga ada di tangan aku…. Setega itu ibu, bapa, dan semua keluarga menerima lamaran bahkan menentukan jadwal pernikahan tanpa sepengetahuan aku…..mana mungkin bu……lagi pula orang yang bernama Randi saya belum melihatnya dan mengenalnya…..
Ibu Indi.......... : nak….dalam kasta keturunan kita tidak dilibatkan calon pengantin…..yang menerima dan menentukan jadwal adalah orang tua dan keluarga nak……
Indi................ : ( langsung memotong pembicaraan ibunya )
Bu….dengarkan aku bu…..maafkan aku bu…..aku tidak bisa menerima Randi sebagai suami…..bu…..sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih…..dia baik…..
Ibunya Indi.... : ….Ndi….hentikan omong kosong mu….. kamu kira pernikahan itu suatu permainan yang bisa dibatalkan akibat dari alas an bodohmu itu ???? saya tidak akan pernah bertanya siapa kekasihmu…..keturunan dari mana….yang saya tahu kamu pulang menikah. Titik..!!!
Indi................ : ibu……ibu…..( tiba-tiba ibunya tutup telpon )


LAYAR DI TUTUP



BABAK KEDUA

Horizontal Scroll: AMUKAN BADAI KIAN BERTERIAK……PRAHARA KASIH KIAN MEMBIAS……TERPINAG CINTA TERHALANG DITELAPAK ADAT AKAN TERWUJUD AKIBAT DARI SEBUAH PRINSIP YANG MENGORBANKAN PERASAAN SUCI……KINI KASIH SUCI TERHALANG DIPELATARAN ADAT……ADEGAN KETIGA





LAYAR DI BUKA






 ( Pertemuan terakhir Andika dan Indi di Villa )
Andika........... : Indi lihatlah kedepan…..lihat dik….badai itu begitu dahsyat sampai menggetarkan di jiawa ragaku…..aku pantang menyerah Indi sebelum janur kuning terbentang ( buka lagu yang cocok ) ku gadaikan diri ini demi merangkul dirimu ku jadikan permaisuriku…… aku tidak meminta hartamu ndi…… aku hanya menginginkan hati dan ragamu…..
Indi................ : ( menangis……menangis terus )…. Andika…..aku tak kuat dika….. bawalah aku pergi kemana kamu mau…..aku tak sanggup hidup tanpa kamu…..bawa aku pergi kak…..
Andika........... : aku bukan lelaki pengecut ndi…….yang seenaknya membawa putri permaisuri pergi tanpa bertanggung jawab…..kita berdua pulang menghadap kedua orang tuamu…..aku akan mengemis bagai pengemis meminta belas kasih dari papamu….. aku akan bersujud dik dan menjilat ditelapak kakinya………
Indi................ : jangan dika…..papa…..ibu….paman dan kakek…..mereka sangat otoriter….mereka tidak peduli…..kemanusiaan itu hilang terbakar oleh adanya kasta Dika……
Biarkan kita berdua pergi……
Andika........... : dik….aku menghormati rasa cinta dan kasihmu……ku sanjung diatas kepalaku…..tapi aku saying kamu…..kita pulang keorang tuamu dik…..
Indi................ : walau papa…..mama….paman….bibi….dan kakek menghina-hina….mencaci dan merobek-robek perasaanmu Dika…..( sambil menghampiri, memegang pundaknya ) saya lebih tau tabiat papa aku…..lebih lagi paman aku….mereka sangat kejam…..kita tidak akan mungkin menikah mengharap restu dari mereka…..
Andika........... : Dik….aku anak pertama dari seorang bapa yang tak punya…..harapan bapa aku berhasil dan pulang kepangkuan mereka……kalau kita meninggalkan studi kita berdua…..kemana masa depan kita dik….satu harapanku, kita menghadap papamu……
Indi................ : baiklah kalau itu yang kamu inginkan…..kita berdua menghadap…..apapun yang akan terjadi……..

LAYAR DI TUTUP 




BABAK KETIGA
Horizontal Scroll: JIWA RAGA TELAH RAPUH AKIBAT PENGORBANAN SEBUAH KASIH…..YANG MESTI TERHALANG OLEH KASTA…..KINI KU TERKAPAR DALAM BIDUK YANG TUMBANG SEBUAH ASA……BERLAYARLAH KETEPI PANTAI PERLAHAN…..DISANA AKU AKAN BERCERITA TENTANG KISAH KASIH……WALAUPUN DERAS AMUKAN GELOMBANG. DUHAI SANG RAJA DIATAS RAJA…..INIKAH KODRAT YANG ENGKAU BERIKAN PADA AKU YANG RANA DAN LARA INI ????ADEGAN PERTAMA










LAYAR DI BUKA






( Andika dan teman-teman sedang mencari jalan solusi )
Andika........... : Wan…..dimana Ifan…..panggil kemari, aku ingin kalian berdua menemani aku dimalam ini dan sama-sama mencari solusi tentang persoalan saya dengan Indi……
Iwan............... : ( berteriak memanggil Ifan )
Ifan……Ifan…..kesini……
Ifan................ : ada apa wan memanggil saya…..rupanya ada yang penting
Iwan............... : kita dipanggil Andika…..ada yang ingin dia sampaikan…..rupanya ada masalah yang sangat penting. ( mereka berdua mendekati Andika yang sedang terbaring )
Andika........... : ( melihat mereka berdua Andika bangun dan duduk ) Fan tadi saya bertemu dengan Indi…..rupanya masalah kami sangat rumit….. Indi sudah di lamar oleh Randi anak saudagar kaya dari kampong seberang. Lebih menyakitkan lagi tanggal pernikahan Indi sudah ditentukan…..
Ifan................ : gila…..ini tidak bisa kita biarkan Dika…..mentang-mentang keturunan bangsawan dengan seenak-enaknya mereka memperlakukan kita….. bahkan sangat menyakitkan…..
Andika........... : ( langsung memotong ) yang menjadi persoalan……orang tua Indi belum mengetahui hubunganku dengan Indi….
Iwan............... : lalu bagaimana pendapat Indi setelah mendengar berita itu Dika…apakah Indi setuju dengan pernikahan itu…???
Andika........... : yang jelas….Indi tidak setuju…..Indi memaksa saya untuk meninggalkan studi…..kemana saja aku pergi…..kami akan menikah tanpa sepengetahuan keluarga
Ifan................ : lalu menurut kamu Dika….menyetujui ajakan Indi dan meninggalkan studi yang tinggal selangkah ini…..???
Iwan............... : orang tua macam apa itu……mengorbankan perasaan anak akibat tekanan adat……(sambil mendekati Dika) kamu setuju dengan ajakan Indi….?
Andika........... : sehina-hinanya aku…….semiskin-miskinnya aku……aku tidak akan mungkin membawa anaknya pergi tanpa sepengetahuan orang tua……justru aku mengajak Indi pulang kekampung menghadap orang tuanya…..
Aku akan meyakinkan kepada mereka, bahwa aku akan bertanggung jawab dunia akhirat terhadap Indi.
Iwan............... : bagus idemu sobat…..tunjukkan kepada orang-orang kaya…..bahwa aku, kamu dan juga lelaki yang penuh tanggung jawab……..
Ifan................ : jangan menunggu lama, yang akan mengakibatkan fatal…….besok kalian berangkat…..

(BUKA LAGU YANG COCOK)
 
LAYAR DI TUTUP


BABAK KETIGA

Horizontal Scroll: KEBERHASILA AKAN DIRAIH DILALUI DENGAN SEBUAH PENGORBANAN…… PENGORBANAN YANG AMAT BESAR……..KINI SISA PUING-PUING KASIH YANG TERLHALANG KASTA…..AKIBAT SANG PAPA……TUHAN…..BILA KASIH DAPAT DIMILIKI…..AKAN KU GADAIKAN JIWA DAN RAGAKU……TUK MEMPERSEMBAHKAN PERMAISURIKU……TAPI KINI PUING-PUING ITU LULUH TAK SEKEPINGPUN KU RAIH AKIBAT RAIH DARI SEBUAH KASTA TRADISIADEGAN KEDUA











LAYAR DIBUKA


 
( Indi dan Andika telah sampai di kampung sedang menuju rumahnya Indi )
Indi................ : ( mengetuk pintu ) Ass……( tiga kali ) ( dan dari dalam rumah muncul adiknya Indi )
Suci................ : ( sambil membuka pintu ) walaikum salam ya Allah……kak Indi datang ( memeluk kakaknya ) kenapa kakak datang tidak datang tanpa memberi kabar kepada kami……
Indi................ : maaf dik…..tidak ada perencanaan kak untuk pulang ( sambil melihat Andika )o o o……Dika…..silahkan masuk dan duduklah…..aku masuk dulu panggil bapa…..
Andika........... : baiklah……
Suci................ : ( memegang tangan kakaknya masuk kedalam mencari orang tuanya ) papa…..mama….Indi datang papa…..
Ayah Indi....... : ( dari kamar langsung kaget melihat Indi ) Indi……( mereka bersalaman ) kapan datang nak…….mami…..mami ada Indi……
Ibunya Indi.... : ( turut keluar dan memluk anaknya ) kenapa kamu tidak memberi kabar dahulu…..agar mami memasak makanan kesukaanmu…… Indi…..Indi ( sambil kedapur )
Indi................ : ( memanggil ibunya ) mami……. mau kemana kesini dulu mami ( memegang tangan maminya dan papanya ) gini papa……mama…..Indi kemari ditemani Andika…….
Dia ada didepan……..ayolah papa…..mama…..kita ke depan dulu ( menarik tangan orang tuanya  menuju ke Andika dan langsung berjabat )
Papa……ini Andika……dia kuliah dimakassar…….
Papanya.......... : oh……maaf !!!! kamu anaknya siapa …….???
Andika........... : saya anaknya pak Burhan dan Siti Aminah……
Papa Indi........ : pak Burhan yang nelayan itu ….??? Dan Ibu Aminah penjual kue di emperan toko…..???
Andika........... : betul pak ibu saya Aminah yang penjual kue……..
Mama Indi..... : jadi yang kamu telpon kemarin Indi…….katanya punya kekasih…..ini orangnya…..???
Indi................ : iya ibu……dialah orangnya….
Papa Indi........ : hai anak muda…….apakah kamu tahu bahwa orang yang kamu cintai itu adalah seorang anak bangsawan di kampung sini... kamu sadar atau tidak bahwa perbandingan seorang anak nelayan dengan seorang anak bangsawan….??? Yang kamu dapatkan adalah hina……. Saya berharap…..hentikan keinginan gilamu itu….
Mama Indi..... : kamu pasti dengar……bahwa Indi sudah dilamar oleh seorang anak bangsawan yang kaya di kampung tetangga…..
Indi................ : papa…..mama……saya tidak akan menikah dengan Randi…..saya hanya menikah dengan Andika…..
Papa Indi........ : ( memotong ) berhenti Indi….. Aku mengirim kamu belajar jauh-jauh bukan pulang membawa laki-laki anak nelayan ini…….
Kamu Indi……jangan mempermalukan saya didepan keluarganya Randi yang terpandang itu…..bukan laki-laki hina ini…..
Andika........... : papa……apapun yang papa katakan…..bahkan menghina saya…..mencaci saya sekalipun, aku pantang menyerah……aku sangat mencintai Indi Pak…..
Mama Indi..... : keluar kamu dari rumah ini ( sambil menunjuk keluar ) jangan menginjakkan kakimu di rumah ini lagi anak miskin……
Indi................ : ( sambil menangis ) papa dan mama kejam…..Indi akan pergi bersama Andika….
Papa Indi........ : satpam…….
Satpam........... : ( sambil buntu ) iya pak……
Pap Indi......... : seret laki-laki ini keluar dari rumah……
Kamu Indi…..masuk……
Satpam........... : iya Pak……( sambil mendorong Andika keluar ) keluar …….keluar kamu….


LAYAR DITUTUP


BABAK KETIGA
Horizontal Scroll: PANORAMA MALAM KIAN REMANG…….KINI KU TERKAPAR DALAM HAMPARAN KASIH…….KASIH TULUS……DENGAN ULURAN TANGAN……HAMPA KURASA…….TUHAN…..BILA KITA SANGGUP MENAHAN AMUKAN BADAI…..KU TITIP SALAM BUAT KEKASIH……..DENGAN BERHARAP KASIH SUCIMU……ADEGAN KETIGA







LAYAR DI BUKA




 ( suasana di rumah Andika lagi sedih, Andika, ibu Andika dan ayahnya sedang berdiskusi )
Andika........... : aba……ummi….!! Maafkan Andika yang kali ini pulang tanpa memberi kabar….sebenarnya Dika pulang dengan Indi anak pak SUKARDI yang kaya itu. Bu……Dika jatuh cinta dengan Indi……Indi itu baik bu…..orangnya ramah….tidak sombong……
Aba Andika... : Andika……pantaskan orang seperti abamu pergi meminang dirumah bangsawan ? aba mengerti dengan perasaanmu……tapi aba tak sanggup dihina sebagai orang miskin…..
Ibu Andika..... : ( menghampiri dan membelainya ) Dika…..Ummi semakin tua…… perbedaan kita dengan mereka bagai langit dan bumi……
Dika dipikirkan dulu keputusanmu nak……ibu ini penjual kue di emperan jalan…..kira-kira keluarga Indi menerima kamu nak….???
Andika........... : maafkan Dika aba….ummi…..
Dika dan Indi sudah mempunyai keputusan…..kami sama-sama saling menyayangi…..
Aba Andika... : tidak akan mungkin mereka menerima kita Dika ….bapa khawatir kita akan diusir dari kampung ini nak…..
Bapa harap jangan lanjutkan hubungan kalian nak……
Ibu Andika..... : ibu pergi jualan dulu…….kamu ngobrol sama bapamu dulu……pesan ibu kamu berpikirlah nak…..!!!
Andika........... : pak….!!! Maafkan Dika…..sebenarnya Dika dari rumahnya Indi…..kami berdua sama-sama pulang kemarin…..langsung menghadap orang tuanya…..
Aba Andika... : lalu…..( kaget ) gimana jawaban orang tua Indi…..???
Andika........... : mereka tidak setuju pak……bahkan mereka mengusir Dika…..
Aba Andika... : sudah aba bilang……!!! Tidak akan mungkin Dika……orang hina seperti kita ini tak pantas berbesan dengan mereka…….
Andika........... : tapi aku belum menyerah aba……aku akan berusaha meyakinkan orang tuanya Indi


LAYAR DI TUTUP















BABAK KEEMPAT
Horizontal Scroll: KETULUSAN SEORANG KEKASIH....INGIN MEMINANG SEBUAH IMPIAN....HANYALAH IMPIAN BELAKA.... DITELAPAK ADAT BANGSAWAN HANYA MEMANDANG DERAJAT TANPA MENYADARI KODRAT MANUSIA..... TAQWA YANG DAPAT MEMBEDAKAN MANUSIA DIMATA SANG KHALIK................ PENGORBANAN CINTA SEORANG ANAK HINGGA BIAS BIAS PAYAH YANG DIHADAP ORANG TUA.ADEGAN PERTAMA






LAYAR DI BUKA

Ibu Andika..... : ( sambil mengatur jualannya satu persatu tiba-tiba datang ajudan pak Sukardi )
Malik.............. : ( sambil memegang kuenya ummi ) apa betul kamu ibunya Andika.......?
Ibu Andika..... : Iya......saya ibunya Andika
Rudi............... : Oh.... o o o.... orang hina yang penjual kue ( sambil membuang kue ummi ) di                   emperan jalan seperti ini.......
Berani-beraninya anak anda memadu kasih dengan anak seorang bangsawan.
Ibu Andika..... : Maaf pak......jangan dibuang kuenya, kasihan...... kami memang orang miskin. Tapi janganlah hina kami seperti itu......
Malik.............. : ( menendang kuenya sampai berantakan ) beritahu anak anda Bu’...... jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan anak juragan saya.
Ibu Andika..... : ( menangis sambil mengangkat kue yang tersisa )..... saya akan menasihati anak saya agar tidak mendekati Indi lagi.....
Rudi............... : ( dengan lantang sambil menunjuk tangan ke arah ummi ) iya....... katakan pada anakmu..... kalau anakmu masih saja mendekati Indi,,, maka kami akan membakar rumah mu dan anak-anakmu....( lalu mereka pulang ).
Ibu Nila.......... : sabar Bu’...... Allah maha bijaksana. Meskipun di dunia ini kita miskin dimata mereka, mudah-mudahan di akhirat kita bahagia.
Ibu Andika..... : Ya Allah.........bencana apa lagi yang menimpaku........ keluargaku.... kami orang miskin,,, hanya karena kemiskinan, kami dihina dan dicaci. Ya Allah.... dosa apa yang telah kami lakukan, hingga bencana menimpa kami ( sambil menangis )
Ibu Nila.......... : Bu.... sabar Bu’.....sebesar apapun kejahatan itu akan terbalas... kita punya Allah.... sabar Bu’... sabar Bu’.....
Ibu Andika..... : Terima kasih banyak Bu’...............


LAYAR DI TUTUP

















BABAK KE EMPAT
Horizontal Scroll: CINTA SUCI KINI SIRNA.....KIAN TERTINDIS OLEH AMUKAN ADAT.... KINI BIDUK YANG TERTUMPANG DIHEMPAS BADAI..... TINGGAL PUING-PUING KASIH YANG KIAN MENGHIMPIT....... AKANKAH ASMARA ITU DATANG MENGHAPUS AIR MATA INI.....???ADEGAN KEDUA





LAYAR DI BUKA

Indi................ : ( menulis surat untuk Andika )


Rounded Rectangle: Ass.....
Kanda Andika yang tercinta......
Bila surat ini sudah berada di tangan kanda... bacalah dengan tenang.... anggaplah kehadiran surat ini adalah aku Indi... yang datang bercerita tentang kisah kita. Tapi kini kisah itu sirna ditelan amukan badai yang kian menghempas. Ku tak berdaya menggenggam sebuah impian akhirnya aku jatuh.....
Kanda Andika yang terhormat....kini harapan itu sirna.... ku tak berdaya hingga ku terjatuh dalam pelukan laki-laki lain.... aku dipaksa menikah dengan lelaki bangsawan.... kanda... kalau aku menolak permintaan orang tua.... maka kanda akan diancam.... rasa sayangku terhadapmu hingga kumengorbankan perasaan ini.....
Kanda Andika....
Bacalah surat ini dengan tenang..... aku mencintaimu walau raga ini milik orang lain.....
Hormatku.................... INDI
 
















Andika........... : ( setelah membaca surat itu, hancur hatinya.... sambil menggenggam surat itu bersandar di dinding, menarik nafas panjang )....... I N D I......
Indi................ : kini tiang ku bersandar telah rapuh......kemana aku pergi.....
Ibu Andika..... : Nak....!!! kenapa kamu duduk bersandar di tembok ini...... memangnya ada apa Nak...!!! ceritakan pada mama agar mama dapat mencari jalan keluarnya.
Andika........... : Bu’.....aku mendapat surat dari Indi..... dia dipaksa menikah dengan lelaki bangsawan
Ibu Andika..... : ( sambil memegang pundaknya ) lalu bagaimana pendapatmu nak....??
Andika........... : ( dengan lemas menjawab ) saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan Bu’...
Ibu Andika..... : Nak...!!! sebenarnya ibu tidak mau menceritakan persoalan ini..... tapi karena ada suratnya Indi, terpaksa Ibu harus menceritaknnya padamu Andika......
Andika........... : Apa itu Bu’...... katakan.....
Ibu Andika..... : kemarin saya didatangi oleh pengawalnya orang tua Indi......mereka menendang jualan ibu.....menghina-hina ibu bahkan mengancam ibu membakar rumah ini. Kalau kamu masih menjalin cinta bersama Indi....
Andika........... : kenapa ibu tidak menceritakan hal ini........ saya tidak terima kalau orang tua saya dihina seperti ini......
Ibu Andika..... : hentikan hubungan kalian Nak......!!!
Andika........... : Bu’....... maafkan saya,,, karena saya Ibu dihina seperti ini........ sekali lagi maafkan saya Bu’......


LAYAR DI TUTUP




BABAK KEEMPAT
ADEGAN  KETIGA


Horizontal Scroll: HARI-HARI BERLALU.... KU JALANI DENGAN BETATIH-TATIH AKHIRNYA HARAPAN ITU HANYA IMPIAN BELAKA..... KASIH... CINTA KINI HANYA KU MENGADAH MEMOHON.... TAPI HAMPA..... KINI TENDA BIRU YANG MENJADI LAPUK HATI INI.... KU TAK KUASA MENGHALANG ........ KASIH TERPINANG TERHALANG DI TELAPAK ADAT
 





LAYAR DI BUKA

Indi................ : ( di rumah Indi telah sibuk dengan acara pernikahan. Indi telah memakai pakaian adat bangsawan duduk di atas kursi pengantin dengan wajah yang sangat sedih... dalam hatinya berkata ) Andika..... maafkan aku.... aku terpaksa menikah atas keinginan orang tua..... saya sangat mencintai mu....Andika....kamu tau.... hari adalah hari dimana aku harus melepas semua kisah kita..... kini ku tak berdaya Andika.....
Randi............. : ( sambil menatap Indi yang lagi menangis ) ada apa Indi..... kenapa kamu menangis.....? apa ada persoalan..... hari yang berbahagia ini mestinya kedua mempelai sangat bahagia karena dunia ini milik kita berdua..... ( sambil memegang tangannya ).
Indi................ : ( denga cepat-cepat menghapus air matanya ) ( suasana di ruangan itu telah berdatangan tamu satu persatu dan tiba-tiba Andika datang )
Andika........... : ( menjabat tangan pengantin lelaki lalu beranjak ke Indi ) Indi..... maafkan aku jika ada kata dan tingkah lakuku yang pernah menyakitimu semoga kamu berbahagia dalam pernikahanmu......
Indi................ : ( sambil menangis memegang erat tangannya Andika ) Dika..... maafkan aku.... do’akan agar rumah tanggaku bahagia......
Andika........... : selamat itnggal Dik.... ( sambil melepas tangannya dari Indi )
( buka lagu yang berkaitan dengan tenda biru )
LAYAR DI TUTUPIndi................ : selamat jalan Dika.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar