BABAK
KEDUA
ADEGAN PERTAMA
(Andika dan Indi
bertemu ditaman, keduanya saling bercinta)
Andika........... Dik…..apakah
ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan rasanya tidak seperti dulu…..biasanya
kamu periang….ceriah…..tapi hari ini kamu berbeda dengan hari kemarin….
Bicaralah dik….apa yang bias saya bantu…….akan kubuntu…..apa ada masalah
dik….!!!!
Indi................ (
menangis terus tidak bias bicara )
Andika........... (
memegang tanganya Andi) Andi……kalau kamu menangis terus……. Apa yang harus aku
lakukan ndi….. Bicaralah dik….. aku siap mendengarkan walau sepahit
apapun…..bicaralah dik…..
Indi................ (sambil menangis
memegang erat tangan Andika)
Dika…….kemarin saya
mendapat surat dari papa…..surat itu rupanya memaksa aku harus menikah dengan
laki-laki bangsawan yang kaya raya……..yang bernama randi….
Lebih menyakitkan
lagi papa sudah menerima lamarannya randi……dan menikah setelah pulang dari
Makassar……apa tidak gila aku Dika……
Andika........... (
menangis dan lemas) sambil berkata ndi……mungkin aku miskin….bapak aku seorang
nelayan Ibu aku penjual kue…..? tapi aku sangat mencintaimu……
Indi................ Ssst…….jangan katakana
itu Kak…..papa dan mama belum mengetahui hubungan kita berdua……gimana besok aku
menelpon papa dan mama dan membatalkan pernikahan…Dika
Dika saya tidak
akan menikah dengan laki-laki itu Dika….kecuali kamu Dika…..apapun terjadi,
saya akan menikah dengan mu Kak…..
Andika........... Begini
jalan keluarnya dik…..bicaralah sama ibumu……mungkin seorang ibu lebih paham
akan keinginan anaknya dibandingkan Ayah….setelah itu ibu yang bicara dengan
pap kamu…..
Indi................ Baiklah
kak…..saya akan berterus terang kepada ibu tentang hubungan kita berdua
Andika........... Dik apa kamu akan
mempertahankan aku…..dik tataplah aku…..apapun yang terjadi aku akan tetap
mencintaimu……aku sangat tulus mencintaimu walaupun yang aku dapat adalah hinaan
dan cercaan dari papamu dik.
Indi…..ingat aku…..
Indi................ (menangis…….memegang
erat tangan Andika) Dika……( menangis terus )
Andika........... dik…..kuatkan hatimu…..bicara
dengan ibumu…..kalaupun itu tidak bisa….. kita berdua akan menghadap ke
papa……aku yang bicara….
Ndi…..aku sudah
siap karena aku mencintaimu
NB................. :(
cari lagu yang cocok dengan suasana diatas dibuka pelan-pelan )
LAYAR D TUTUP
BABAK KEDUA
ADEGAN KEDUA
( Suasana rumah mewah telah hadir
papa dan ibunya Indi, paman dan bibinya Indi, dan Kakeknya Indi)
Papa Indi........ :
sengaja saya hadirkan pada malam ini…..untuk membicarakan jadwal pernikahan
Indi dan Randi….dari keluarga Randi mendesak agar pernikahan ini segera
dilaksanakan karena Randi akan berangkat keluar negeri……
Ibu Indi.......... :
Gimana dengan kuliahnya Indi pak…..kalau mama….kita Tanya dulu tanggapan
Indi…..jangan dulu menentukan hari “H”nya.
Paman Indi..... :
Begini kak…..pendapat dan pengetahuan saya” diperguruan tinggi tidak ada aturan
yang terikat dengan perkawinan. Nikahkan mereka, setelah itu Indi kembali melanjutkan
kuliahnya dan Randi ke Amerika bertugas…… kan selesai tugas kita.
Bibi Indi......... :
( Langsung memotong ) jangan mengambil tindakan sendiri tanpa sepengetahuan
Indi……yang menjalani rumah tangga inikah indi…….bukan kita semua……sebaiknya
kita bicarakan dulu dengan Indi….
Kakek............. :
saya memegang kasta kebangsawanan kita. Untuk apa bertanya kepada Indi…..dia
siap menikah……tentukan jadwal pernikahannya….. ( tiba-tiba mereka dapat telpon
dari Indi )
Ibu Indi.......... :
( bunyi telpon ditangannya dari Indi )…… Assalam…..Hallo nak…..apa kabar
Indi….sehat-sehat ya……disini ada papa, paman, bibi, dan kakek…..
Indi................ :
kenapa ada paman dan bibi…..ada apa ibu ?
Ibu Indi.......... :
begini nak !!! kami semua sudah siap menentukan jadwal pernikahanmu…..karena
didesak oleh calon suamimu….. dia telah dipanggil bertugas di Amerika…..hingga
kami sepakat menentukan jadwal nak !!!
Indi................ :
( menangis )…..ibu…. yang menjalani rumah tangga dikemudian hari adalah aku
bu…… Baik,…buruknya rumah tangga ada di tangan aku…. Setega itu ibu, bapa, dan
semua keluarga menerima lamaran bahkan menentukan jadwal pernikahan tanpa
sepengetahuan aku…..mana mungkin bu……lagi pula orang yang bernama Randi saya
belum melihatnya dan mengenalnya…..
Ibu Indi.......... :
nak….dalam kasta keturunan kita tidak dilibatkan calon pengantin…..yang
menerima dan menentukan jadwal adalah orang tua dan keluarga nak……
Indi................ : ( langsung memotong
pembicaraan ibunya )
Bu….dengarkan aku
bu…..maafkan aku bu…..aku tidak bisa menerima Randi sebagai
suami…..bu…..sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih…..dia baik…..
Ibunya Indi.... :
….Ndi….hentikan omong kosong mu….. kamu kira pernikahan itu suatu permainan
yang bisa dibatalkan akibat dari alas an bodohmu itu ???? saya tidak akan
pernah bertanya siapa kekasihmu…..keturunan dari mana….yang saya tahu kamu
pulang menikah. Titik..!!!
Indi................ :
ibu……ibu…..( tiba-tiba ibunya tutup telpon )
LAYAR DI TUTUP
BABAK KEDUA
ADEGAN KETIGA
( Pertemuan terakhir Andika dan Indi di Villa
)
Andika........... :
Indi lihatlah kedepan…..lihat dik….badai itu begitu dahsyat sampai menggetarkan
di jiawa ragaku…..aku pantang menyerah Indi sebelum janur kuning terbentang (
buka lagu yang cocok ) ku gadaikan diri ini demi merangkul dirimu ku jadikan
permaisuriku…… aku tidak meminta hartamu ndi…… aku hanya menginginkan hati dan
ragamu…..
Indi................ :
( menangis……menangis terus )…. Andika…..aku tak kuat dika….. bawalah aku pergi
kemana kamu mau…..aku tak sanggup hidup tanpa kamu…..bawa aku pergi kak…..
Andika........... :
aku bukan lelaki pengecut ndi…….yang seenaknya membawa putri permaisuri pergi
tanpa bertanggung jawab…..kita berdua pulang menghadap kedua orang tuamu…..aku
akan mengemis bagai pengemis meminta belas kasih dari papamu….. aku akan
bersujud dik dan menjilat ditelapak kakinya………
Indi................ : jangan
dika…..papa…..ibu….paman dan kakek…..mereka sangat otoriter….mereka tidak
peduli…..kemanusiaan itu hilang terbakar oleh adanya kasta Dika……
Biarkan kita berdua
pergi……
Andika........... :
dik….aku menghormati rasa cinta dan kasihmu……ku sanjung diatas kepalaku…..tapi
aku saying kamu…..kita pulang keorang tuamu dik…..
Indi................ :
walau papa…..mama….paman….bibi….dan kakek menghina-hina….mencaci dan
merobek-robek perasaanmu Dika…..( sambil menghampiri, memegang pundaknya ) saya
lebih tau tabiat papa aku…..lebih lagi paman aku….mereka sangat kejam…..kita
tidak akan mungkin menikah mengharap restu dari mereka…..
Andika........... :
Dik….aku anak pertama dari seorang bapa yang tak punya…..harapan bapa aku
berhasil dan pulang kepangkuan mereka……kalau kita meninggalkan studi kita
berdua…..kemana masa depan kita dik….satu harapanku, kita menghadap papamu……
Indi................ :
baiklah kalau itu yang kamu inginkan…..kita berdua menghadap…..apapun yang akan
terjadi……..
LAYAR DI TUTUP
BABAK KETIGA
ADEGAN PERTAMA
( Andika dan
teman-teman sedang mencari jalan solusi )
Andika........... :
Wan…..dimana Ifan…..panggil kemari, aku ingin kalian berdua menemani aku
dimalam ini dan sama-sama mencari solusi tentang persoalan saya dengan Indi……
Iwan............... : ( berteriak memanggil
Ifan )
Ifan……Ifan…..kesini……
Ifan................ :
ada apa wan memanggil saya…..rupanya ada yang penting
Iwan............... :
kita dipanggil Andika…..ada yang ingin dia sampaikan…..rupanya ada masalah yang
sangat penting. ( mereka berdua mendekati Andika yang sedang terbaring )
Andika........... :
( melihat mereka berdua Andika bangun dan duduk ) Fan tadi saya bertemu dengan
Indi…..rupanya masalah kami sangat rumit….. Indi sudah di lamar oleh Randi anak
saudagar kaya dari kampong seberang. Lebih menyakitkan lagi tanggal pernikahan
Indi sudah ditentukan…..
Ifan................ :
gila…..ini tidak bisa kita biarkan Dika…..mentang-mentang keturunan bangsawan
dengan seenak-enaknya mereka memperlakukan kita….. bahkan sangat menyakitkan…..
Andika........... :
( langsung memotong ) yang menjadi persoalan……orang tua Indi belum mengetahui hubunganku
dengan Indi….
Iwan............... :
lalu bagaimana pendapat Indi setelah mendengar berita itu Dika…apakah Indi
setuju dengan pernikahan itu…???
Andika........... :
yang jelas….Indi tidak setuju…..Indi memaksa saya untuk meninggalkan
studi…..kemana saja aku pergi…..kami akan menikah tanpa sepengetahuan keluarga
Ifan................ :
lalu menurut kamu Dika….menyetujui ajakan Indi dan meninggalkan studi yang
tinggal selangkah ini…..???
Iwan............... :
orang tua macam apa itu……mengorbankan perasaan anak akibat tekanan
adat……(sambil mendekati Dika) kamu setuju dengan ajakan Indi….?
Andika........... : sehina-hinanya
aku…….semiskin-miskinnya aku……aku tidak akan mungkin membawa anaknya pergi
tanpa sepengetahuan orang tua……justru aku mengajak Indi pulang kekampung
menghadap orang tuanya…..
Aku akan meyakinkan
kepada mereka, bahwa aku akan bertanggung jawab dunia akhirat terhadap Indi.
Iwan............... :
bagus idemu sobat…..tunjukkan kepada orang-orang kaya…..bahwa aku, kamu dan
juga lelaki yang penuh tanggung jawab……..
Ifan................ :
jangan menunggu lama, yang akan mengakibatkan fatal…….besok kalian berangkat…..
(BUKA LAGU YANG COCOK)
LAYAR DI TUTUP
BABAK KETIGA
ADEGAN KEDUA
LAYAR DIBUKA
( Indi dan Andika
telah sampai di kampung sedang menuju rumahnya Indi )
Indi................ :
( mengetuk pintu ) Ass……( tiga kali ) ( dan dari dalam rumah muncul adiknya
Indi )
Suci................ :
( sambil membuka pintu ) walaikum salam ya Allah……kak Indi datang ( memeluk
kakaknya ) kenapa kakak datang tidak datang tanpa memberi kabar kepada kami……
Indi................ :
maaf dik…..tidak ada perencanaan kak untuk pulang ( sambil melihat Andika )o o
o……Dika…..silahkan masuk dan duduklah…..aku masuk dulu panggil bapa…..
Andika........... :
baiklah……
Suci................ :
( memegang tangan kakaknya masuk kedalam mencari orang tuanya )
papa…..mama….Indi datang papa…..
Ayah Indi....... :
( dari kamar langsung kaget melihat Indi ) Indi……( mereka bersalaman ) kapan
datang nak…….mami…..mami ada Indi……
Ibunya Indi.... :
( turut keluar dan memluk anaknya ) kenapa kamu tidak memberi kabar
dahulu…..agar mami memasak makanan kesukaanmu…… Indi…..Indi ( sambil kedapur )
Indi................ : ( memanggil ibunya )
mami……. mau kemana kesini dulu mami ( memegang tangan maminya dan papanya )
gini papa……mama…..Indi kemari ditemani Andika…….
Dia ada
didepan……..ayolah papa…..mama…..kita ke depan dulu ( menarik tangan orang
tuanya menuju ke Andika dan langsung
berjabat )
Papa……ini Andika……dia
kuliah dimakassar…….
Papanya.......... :
oh……maaf !!!! kamu anaknya siapa …….???
Andika........... :
saya anaknya pak Burhan dan Siti Aminah……
Papa Indi........ :
pak Burhan yang nelayan itu ….??? Dan Ibu Aminah penjual kue di emperan
toko…..???
Andika........... :
betul pak ibu saya Aminah yang penjual kue……..
Mama Indi..... : jadi yang kamu telpon kemarin
Indi…….katanya punya kekasih…..ini orangnya…..???
Indi................ : iya ibu……dialah
orangnya….
Papa Indi........ : hai anak muda…….apakah kamu
tahu bahwa orang yang kamu cintai itu adalah seorang anak bangsawan di kampung
sini... kamu sadar atau tidak bahwa perbandingan seorang anak nelayan dengan
seorang anak bangsawan….??? Yang kamu dapatkan adalah hina……. Saya
berharap…..hentikan keinginan gilamu itu….
Mama Indi..... : kamu pasti dengar……bahwa Indi
sudah dilamar oleh seorang anak bangsawan yang kaya di kampung tetangga…..
Indi................ : papa…..mama……saya
tidak akan menikah dengan Randi…..saya hanya menikah dengan Andika…..
Papa Indi........ : ( memotong ) berhenti Indi…..
Aku mengirim kamu belajar jauh-jauh bukan pulang membawa laki-laki anak nelayan
ini…….
Kamu Indi……jangan
mempermalukan saya didepan keluarganya Randi yang terpandang itu…..bukan
laki-laki hina ini…..
Andika........... :
papa……apapun yang papa katakan…..bahkan menghina saya…..mencaci saya sekalipun,
aku pantang menyerah……aku sangat mencintai Indi Pak…..
Mama Indi..... :
keluar kamu dari rumah ini ( sambil menunjuk keluar ) jangan menginjakkan
kakimu di rumah ini lagi anak miskin……
Indi................ :
( sambil menangis ) papa dan mama kejam…..Indi akan pergi bersama Andika….
Papa Indi........ :
satpam…….
Satpam........... :
( sambil buntu ) iya pak……
Pap Indi......... : seret laki-laki ini keluar
dari rumah……
Kamu Indi…..masuk……
Satpam........... :
iya Pak……( sambil mendorong Andika keluar ) keluar …….keluar kamu….
LAYAR DITUTUP
BABAK KETIGA
ADEGAN KETIGA
( suasana di rumah Andika lagi sedih, Andika,
ibu Andika dan ayahnya sedang berdiskusi )
Andika........... : aba……ummi….!! Maafkan
Andika yang kali ini pulang tanpa memberi kabar….sebenarnya Dika pulang dengan
Indi anak pak SUKARDI yang kaya itu. Bu……Dika jatuh cinta dengan Indi……Indi itu
baik bu…..orangnya ramah….tidak sombong……
Aba Andika... : Andika……pantaskan orang seperti
abamu pergi meminang dirumah bangsawan ? aba mengerti dengan perasaanmu……tapi
aba tak sanggup dihina sebagai orang miskin…..
Ibu Andika..... : ( menghampiri dan membelainya )
Dika…..Ummi semakin tua…… perbedaan kita dengan mereka bagai langit dan bumi……
Dika dipikirkan dulu keputusanmu nak……ibu ini penjual kue di emperan
jalan…..kira-kira keluarga Indi menerima kamu nak….???
Andika........... : maafkan Dika aba….ummi…..
Dika dan Indi sudah mempunyai keputusan…..kami sama-sama saling
menyayangi…..
Aba Andika... : tidak akan mungkin mereka menerima
kita Dika ….bapa khawatir kita akan diusir dari kampung ini nak…..
Bapa harap jangan lanjutkan hubungan kalian nak……
Ibu Andika..... : ibu pergi jualan dulu…….kamu
ngobrol sama bapamu dulu……pesan ibu kamu berpikirlah nak…..!!!
Andika........... : pak….!!! Maafkan
Dika…..sebenarnya Dika dari rumahnya Indi…..kami berdua sama-sama pulang
kemarin…..langsung menghadap orang tuanya…..
Aba Andika... : lalu…..( kaget ) gimana jawaban
orang tua Indi…..???
Andika........... : mereka tidak setuju
pak……bahkan mereka mengusir Dika…..
Aba Andika... : sudah aba bilang……!!! Tidak akan
mungkin Dika……orang hina seperti kita ini tak pantas berbesan dengan mereka…….
Andika........... : tapi aku belum menyerah
aba……aku akan berusaha meyakinkan orang tuanya Indi

BABAK KEEMPAT
ADEGAN PERTAMA
Ibu Andika..... : ( sambil
mengatur jualannya satu persatu tiba-tiba datang ajudan pak Sukardi )
Malik.............. : ( sambil
memegang kuenya ummi ) apa betul kamu ibunya Andika.......?
Ibu Andika..... : Iya......saya
ibunya Andika
Rudi............... : Oh.... o
o o.... orang hina yang penjual kue ( sambil membuang kue ummi ) di emperan jalan seperti
ini.......
Berani-beraninya anak anda memadu kasih dengan anak
seorang bangsawan.
Ibu Andika..... : Maaf
pak......jangan dibuang kuenya, kasihan...... kami memang orang miskin. Tapi
janganlah hina kami seperti itu......
Malik.............. : (
menendang kuenya sampai berantakan ) beritahu anak anda Bu’...... jangan pernah
bermimpi untuk mendapatkan anak juragan saya.
Ibu Andika..... : ( menangis
sambil mengangkat kue yang tersisa )..... saya akan menasihati anak saya agar
tidak mendekati Indi lagi.....
Rudi............... : ( dengan
lantang sambil menunjuk tangan ke arah ummi ) iya....... katakan pada
anakmu..... kalau anakmu masih saja mendekati Indi,,, maka kami akan membakar rumah
mu dan anak-anakmu....( lalu mereka pulang ).
Ibu Nila.......... : sabar
Bu’...... Allah maha bijaksana. Meskipun di dunia ini kita miskin dimata
mereka, mudah-mudahan di akhirat kita bahagia.
Ibu Andika..... : Ya
Allah.........bencana apa lagi yang menimpaku........ keluargaku.... kami orang
miskin,,, hanya karena kemiskinan, kami dihina dan dicaci. Ya Allah.... dosa
apa yang telah kami lakukan, hingga bencana menimpa kami ( sambil menangis )
Ibu Nila.......... : Bu....
sabar Bu’.....sebesar apapun kejahatan itu akan terbalas... kita punya
Allah.... sabar Bu’... sabar Bu’.....
Ibu Andika..... : Terima kasih
banyak Bu’...............

BABAK KE EMPAT
ADEGAN KEDUA
Indi................ :
( menulis surat untuk Andika )
![]() |
Andika........... : ( setelah
membaca surat itu, hancur hatinya.... sambil menggenggam surat itu bersandar di
dinding, menarik nafas panjang )....... I N D I......
Indi................ : kini
tiang ku bersandar telah rapuh......kemana aku pergi.....
Ibu Andika..... : Nak....!!!
kenapa kamu duduk bersandar di tembok ini...... memangnya ada apa Nak...!!!
ceritakan pada mama agar mama dapat mencari jalan keluarnya.
Andika........... : Bu’.....aku
mendapat surat dari Indi..... dia dipaksa menikah dengan lelaki bangsawan
Ibu Andika..... : ( sambil
memegang pundaknya ) lalu bagaimana pendapatmu nak....??
Andika........... : ( dengan
lemas menjawab ) saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan Bu’...
Ibu Andika..... : Nak...!!!
sebenarnya ibu tidak mau menceritakan persoalan ini..... tapi karena ada
suratnya Indi, terpaksa Ibu harus menceritaknnya padamu Andika......
Andika........... : Apa itu
Bu’...... katakan.....
Ibu Andika..... : kemarin saya
didatangi oleh pengawalnya orang tua Indi......mereka menendang jualan
ibu.....menghina-hina ibu bahkan mengancam ibu membakar rumah ini. Kalau kamu
masih menjalin cinta bersama Indi....
Andika........... : kenapa ibu
tidak menceritakan hal ini........ saya tidak terima kalau orang tua saya
dihina seperti ini......
Ibu Andika..... : hentikan
hubungan kalian Nak......!!!
Andika........... : Bu’.......
maafkan saya,,, karena saya Ibu dihina seperti ini........ sekali lagi maafkan
saya Bu’......

BABAK KEEMPAT
ADEGAN KETIGA
![]() |

Indi................ : ( di
rumah Indi telah sibuk dengan acara pernikahan. Indi telah memakai pakaian adat
bangsawan duduk di atas kursi pengantin dengan wajah yang sangat sedih... dalam
hatinya berkata ) Andika..... maafkan aku.... aku terpaksa menikah atas
keinginan orang tua..... saya sangat mencintai mu....Andika....kamu tau....
hari adalah hari dimana aku harus melepas semua kisah kita..... kini ku tak
berdaya Andika.....
Randi............. : ( sambil
menatap Indi yang lagi menangis ) ada apa Indi..... kenapa kamu menangis.....?
apa ada persoalan..... hari yang berbahagia ini mestinya kedua mempelai sangat
bahagia karena dunia ini milik kita berdua..... ( sambil memegang tangannya ).
Indi................ : ( denga
cepat-cepat menghapus air matanya ) ( suasana di ruangan itu telah berdatangan
tamu satu persatu dan tiba-tiba Andika datang )
Andika........... : ( menjabat
tangan pengantin lelaki lalu beranjak ke Indi ) Indi..... maafkan aku jika ada
kata dan tingkah lakuku yang pernah menyakitimu semoga kamu berbahagia dalam
pernikahanmu......
Indi................ : ( sambil
menangis memegang erat tangannya Andika ) Dika..... maafkan aku.... do’akan
agar rumah tanggaku bahagia......
Andika........... : selamat
itnggal Dik.... ( sambil melepas tangannya dari Indi )
( buka lagu yang berkaitan dengan tenda biru )
Indi................ : selamat
jalan Dika.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar